APAKAH MALUKU KAYA ATAU HOAKS?

Kajian Rutin GPI Kota Ambon


gpislam.com
, AMBON - Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam ( PD GPI ) Kota Ambon gelar kajian rutin dengan Tema " Kemiskinan Maluku dan Komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Murad Ismail dan Barnabas di tengah Pandemik Covid 19. Minggu, 29/11.

Sebagai daerah yang kaya, memiliki banyak potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Maluku namun kontradiksi dengan fakta di lapangan, banyak masyarakat Maluku yang masih hidup dibawah garis kewajaran.

Seperti yang dikemukakan Ruslan Rumaratu dalam diskusinya mengatakan bahwa Maluku adalah daerah yang potensial. Untuk sektor kelautan dan perikanan secara nasional kita sangat di hitung. Provinsi Maluku memiliki peran penting dan strategis di bangsa ini. Hal ini disebabkan karena pemanfaatan potensi perikanan tangkap Indonesia sebesar 27 persen (3,5 juta ton) berada pada wilayah perairan Provinsi Maluku,"

Di sisi lain bagi GPI adalah Maluku memiliki kekayaan dibidang pertambangan baik nikel, Emas dan cadangan minyak bumi yang selama ini belum digarap secara bijak dan transparan. Perijinan dan birokrasi yang masih rumit.

Selain itu, pemerintahan Murad-Barnabas belum sepenuhnya melibatkan peran pemuda banyak salah satunya adalah janji kampanye yang belum di realisasikan membuka tambang emas di pulau Buru. Cadangan emas di Pulau Buru mampu menyerap PAD dan jika dikelola secara bijak akan membawa warna perubahan yang signifikan. Sayangnya pada periode tahun 2020 ini belum kita lihat grafik dan persentase yang maksimal keterwakilan pemuda di semua sektor andalan di Maluku. Ia pun menambahkan Bahwa hari ini stigma negatif masih di alamatkan kepada Maluku sebagai daerah kategori Miskin. Seharusnya Visi dan Misi kepemimpinan Murad Ismail mampu merubah wajah Maluku dari ketertinggalan, agar tidak dikatakan daerah miskin oleh daerah lain.

Apalagi kondisi negara yang tengah memghadapi resesi ekonomi akibat Pandemik Covid 19 ini kami sangat mengharapkan agar Pemerintah benar-benar serius mewujudkan Maluku yang maju dan bermartabat. 

Dirinya pun menyentil pembelian mobil 7.8 Milyar lebih belum bersifat Urgen bagi Pejabat Teras Maluku. Kondisi saat ini ekonomi Masyarakat di kabupaten kota lagi susah bah di cekik lehernya. 

Hasil diskusi pada sore menjelang magrib, Ruslan mengajak kawan-kawan di internal menjadikan GPI sebagai Corong penyambung suara Umat terutama pemuda di kota Ambon tuturnya.

Posting Komentar

0 Komentar