Moksen Mahu: Pimpinan Pemuka Agama Sudah Menolak Aksi Demo HRS

Dialog Publik, Sikap Pemuda SBT


www.gpislam.com, BULA - Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (PD GPI) Kabupaten Seram Bagian Timur gelar dialog publik dengan tema, Menakar Sikap Pemuda SBT terhadap Tokoh Fenomenal IB FPI Habib Rizik Syhihab, Menanggapi Aksi Demonstrasi HRS yang Mengatas Namakan Indonesia Timur dan Maluku, di Caffee Hunimua, Minggu, 29/11.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan OKP/OKPI dan BEM se-SBT, yakni HMI, IMM, PMII, PII, KAMMI, GMNI, LMND, HMI-MPO dan BEM STIKIP IWN, sebagai nara sumber Plt. Kemenag Kab. SBT Moksen Mahu, S.Ag. Kasat Binamitra Polres SBT AKP Baharudin dan Ketua Umum Pimpinan Daerah GPI Kab. SBT Dahlan Rumesy, SH.

Moksen Mahu memberikan apresiasi atas GPI yang telah menggagas kegiatan dialog sekaligus beliau meminta agar kejadian yang dibicarakan hari ini dapat dikaji secara baik sehingga tidak menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.

"Sudah cukup pengalaman kelam yang dialami Maluku ditahun 1999 lalu menjadi pelajaran buat kita" beliau juga menceritakan sebagai orang yang pernah menjadi korban atas konflik yang bernuansa sara tersebut tidak terulang kembali.

"saya pernah ditembak pada bagian betis waktu konflik tahun 1999" sambil mereviu pengalaman yang dialaminya. sehingga itu beliau meminta agar kita semua menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum jika dalam aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatas namakan Indonesia Timur dan Maluku terdapat pelanggaran hukum.

"Biarkan saja itu menjadi tugas aparat penegak hukum" sambung beliau "Pemerintah Provinsi beserta Pimpinan Pemuka Agama telah sepakat menolak Aksi oleh sekelompok orang yang telah mengatas namakan Indonesia Timur dan Maluku" tambahnya "dan itu telah dibacakan langsung oleh Gubernur Maluku".

Setelah menyampaikan tanggapan pada sesi dialog, pimpinan OKP/OKPI dan BEM se-SBT menyampaikan pernyataan sikap bersama dengan poin pentingnya adalah mengutuk keras aksi yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan Indonesia Timur dan Maluku serta meminta Kepada Aparat penegak hukum untuk mengusut aktor intelektual dibalaik aksi tersebut. (TR).





Posting Komentar

0 Komentar